Mitra Sains
https://jurnal.pasca.untad.ac.id/index.php/MitraSains
<p><strong>Mitra Sains</strong> (E-ISSN: 2686-6579 ISSN: 2302-2027) is an open-access peer-reviewed scientific journal in agricultural sciences and agricultural economics. The Mitra Sains is published by Tadulako University in March and September. <strong>Mitra Sains</strong> invites high-quality research/review articles for publication in the coming issues.</p> <p><strong>Mitra Sains</strong> (E-ISSN: 2686-6579 ISSN: 2302-2027) adalah jurnal ilmiah ilmu pertanian dan ekonomi pertanian. <strong>Mitra Sains</strong> diterbitkan oleh Universitas Tadulako pada bulan Maret dan September melalui proses peer-review. <strong>Mitra Sains</strong> mengundang bapak/ibu untuk menerbitkan artikel penelitian berkualitas tinggi untuk dipublikasikan dalam edisi mendatang.</p> <p> </p> <p><a title="Web Analytics Made Easy - StatCounter" href="https://statcounter.com/" target="_blank" rel="noopener"><img src="https://c.statcounter.com/12344339/0/c2e55d53/0/" alt="Web Analytics Made Easy - StatCounter"></a> <a href="https://statcounter.com/p12344339/?guest=1">View My Stats</a></p>Universitas Tadulakoen-USMitra Sains2302-2027Pengaruh Dedak Padi Fermentasi pada Silase Isi Rumen Sapi dengan Lama Penyimpanan Berbeda Terhadap Kualitas Fisik, pH dan Kandungan Nutrien Silase
https://jurnal.pasca.untad.ac.id/index.php/MitraSains/article/view/594
<p>This study, conducted from March to May 2023, aimed to assess the impact of fermented rice bran from cow rumen contents on silage quality, pH, and nutrient content with varying storage times. The experiment took place in Porame Village, Central Sulawesi Province, and Tadulako University's Feed Nutrition Laboratory. The study used molasses, rice bran, EM4, water, and cow rumen waste as materials. Employing a complete randomized design with a 2x3 factorial pattern, the study had 6 treatment combinations and 24 experimental units. Factors included fermented and unfermented rice bran ratios mixed with cow rumen content, and storage times (21, 25, and 30 days). Results from SPSS analysis indicated no significant interaction between fermented rice bran and storage time regarding physical quality and nutrient content. However, the pH of silage was significantly affected. Fermented rice bran (A2) led to a notable pH reduction compared to non-fermented rice bran (A1). In summary, this study concluded that while there's no substantial interaction effect on physical quality and nutrient content, pH measurements are impacted by the use of fermented rice bran.</p>Iyan PramadanaSyahrir SyahrirMuh. Sadik Arifuddin
##submission.copyrightStatement##
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2024-03-312024-03-3112111510.22487/ms26866579.2024.v12.i1.pp1-15Infiltrasi Tanah Pada Beberapa Penggunaan Lahan Di Sub DAS Kawatuna
https://jurnal.pasca.untad.ac.id/index.php/MitraSains/article/view/596
<p>The research was conducted in the Kawatuna Sub-watershed with the aim of studying the physical properties of the soil and knowing the infiltration rate of several land uses in the Kawatuna Sub-watershed. This study used the Horton equation formula and took soil samples for analysis at the Laboratory of Soil Science, Faculty of Agriculture, Tadulako University, Palu. The results showed that the physical properties of the soil greatly influenced the infiltration process, the highest organic matter was secondary soil 6.10%, dry land agriculture 4.50% and the lowest was shrubs 3.04%. Secondary forest soil textures are loam and dusty loam, dry land agriculture has sandy loam textures, and shrubs have loamy, sandy loam and dusty loam textures. In terms of physical properties of water content, dry land agriculture had the highest water content 21.48%, secondary forest 19.19% and shrubs the lowest 15.54%. The highest infiltration rate was secondary forest land (12.74 cm/hour) with fast criteria, dry land agriculture (7.80 cm/hour) medium fast category and shrub land (6.19 cm/hour) medium category.</p>Elvira AhmadNaharuddin NaharuddinRukmi Rukmi
##submission.copyrightStatement##
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2024-03-312024-03-31121162510.22487/ms26866579.2024.v12.i1.pp16-25Strategi Pemberdayaan Kelompok Tani Hutan (KTH) Dalam Budidaya Lebah Madu di Wilayah KPH Dolago Tanggunu
https://jurnal.pasca.untad.ac.id/index.php/MitraSains/article/view/601
<p>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk strategi pemberdayaan dan mengidentifikasi faktor Internal (Kekuatan dan Kelemahan) dan faktor Eksternal (Peluang dan Ancaman) yang mempengaruhi pemberdayaan kelompok tani hutan (KTH) dalam budidaya lebah madu di KPH Dolago Tanggung, Sulawesi Tengah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2023. Responden dalam penelitian ini berjumlah 45 orang yang berasal dari 3 KTH dengan masing-masing KTH beranggotakan 15 orang. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan analisis SWOT dengan berbantuna matriks IFAS dan EFAS. Hasil analisis faktor internal dan eksternal yaitu untuk kekuatan: pelatihan bagi anggota kelompok tani, bantuan modal, Kelemahan: terbatasnya anggota KTH yang mengikuti pelatihan, sulitnya modal tambahan untuk biaya pemeliharaan. Sedangkan peluang: dukungan pemerintah dan kepercayaan konsumen terhadap produk. Sementara untuk ancaman: perubahan cuaca, belum memanfaatkan teknologi untuk memperoleh informasi. Analisis SWOT berada dikuadran 1 yang berarti mendukung strategi agresif atau dapat diartikan memanfaatkan kekuatan untuk mencapai peluang. strategi yang dapat diterapkan yaitu peningkatan relasi antara pemerintah, kelompok tani, maupun mitra, peningkatan produksi dan kualitas madu, pelatihan budidaya lebah madu secara berkala, pemanfaatan teknologi budidaya dan teknologi informasi untuk pemasaran produk, serta penggunaan kemasan yang menarik sehingga dapat meningkatkan daya tarik konsumen.</p>Dewi SoekardjoAriyanti AriyantiAndi Sahri Alam
##submission.copyrightStatement##
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2024-03-312024-03-31121264210.22487/ms26866579.2024.v12.i1.pp26-42Modal Sosial Masyarakat Dalam Pengelolaan Hutan Rakyat di Kecamatan Poso Pesisir
https://jurnal.pasca.untad.ac.id/index.php/MitraSains/article/view/629
<p>Di Indonesia, pengelolaan hutan rakyat secara komersial telah dimulai sejak beberapa ratus tahun silam. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat modal sosial dalam pengelolaan hutan rakyat, dan menganalisis pengaruhnya terhadap kinerja hutan rakyat. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survei. Dua desa di satu kabupaten dipilih secara sengaja. Responden dipilih secara acak dari masing-masing desa dengan jumlah total 60 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat modal sosial kedua komunitas dalam pengelolaan hutan rakyat tergolong berbeda Modal sosial yang tinggi telah memfasilitasi kebangkitan kinerja hutan rakyat yang baik, yang ditandai dengan baiknya tingkat produktivitas hutan rakyat yang tinggi, serta tetap berjalannya pengelolaan hutan rakyat secara lestari, manfaat aturan pengelolaan yang adil dan efisiensi biaya pengelolaan hutan rakyat. Modal sosial yang kuat mendorong kinerja yang lebih baik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa modal sosial Masyarakat dalam pengelolaan hutan rakyat di Desa Toini tergolong tinggi sedangkan di Desa Betania rendah. Mengingat adanya perbedaan modal sosial yang ada di masyarakat, penulis menyarankan perlunya peningkatan pihak-pihak khususnya pemerintah untuk mendukung pengelolaan hutan melalui peningkatan peran, memfasilitasi perluasan jaringan sosial, dan penguatan untuk menerapkan aturan kepada masyarakat.</p>Moh. IsnainImran RachmanSudirman Sudirman
##submission.copyrightStatement##
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2024-03-312024-03-31121435510.22487/ms26866579.2024.v12.i1.pp43-55Kualitas Fisik dan Kimia Dedak Padi dengan Penggunaan Ekstrak Daun Mengkudu (Morinda citrifolia ) sebagai Bahan Pengawet Nabati
https://jurnal.pasca.untad.ac.id/index.php/MitraSains/article/view/438
<p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara level penggunaan ekstrak daun mengkudu dan lama perlakuan tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap variabel berat jenis dan kadar air, tetapi berpengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap variabel kadar lemak, jumlah feroksida dan antioksidan.) Berat jenis pada penggunaan pengawet BHT memberikan nilai yang tidak berbeda dengan penggunaan pengawet nabati ekstrak daun mengkudu, hal yang sama juga terjadi pada perlakuan lama penyimpanan. Semakin tinggi penggunaan ekstrak daun mengkudu pada bekatul dapat menurunkan kadar air, kadar lemak kasar dan kadar ferroksida secara signifikan, namun dapat meningkatkan kadar antioksidan. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah kualitas fisik dan kimia bekatul dapat dipertahankan dengan menggunakan ekstrak daun mengkudu 0,03% dengan lama penyimpanan hingga 42 hari.</p>Ruslan RuslanHafsah HafsahMulyati Mulyati
##submission.copyrightStatement##
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2024-03-312024-03-31121566810.22487/ms26866579.2024.v12.i1.pp56-68Pengawasan dan Pengendalian Sumberdaya Perikanan Pada Aktivitas Illegal Fishing di Sulawesi Tengah (Studi Kasus Di WPPNRI 713)
https://jurnal.pasca.untad.ac.id/index.php/MitraSains/article/view/451
<p>Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengawasan dan penegakan hukum dalam pengelolaan sumber daya perikanan di WPPNRI 713 Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini dilakukan pada bulan September - Oktober 2022. Sampel yang digunakan adalah sampel masyarakat Nelayan WPPNRI 713 di Kabupaten Donggala. Penelitian ini menggunakan metode kuantitaif. Pengumpulan data dengan cara pengambilan sampel meliputi kegiatan observasi, teknik wawancara mendalam, kuesioner dan studi dokumentasi. Menggunakan metode analisis data Deskriptif Kualitatif dengan tabulasi distribusi persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan pengelolaan sumber daya ikan di WPPNRI 713 khususnya di provinsi Sulawesi belum maksimal, kelembagaan belum maksimal, rumpon belum tertata dan sedangkan penggunaan alat tangkap sudah menunjukkan kepatuhan sekitar 50% lebih sesuai dengan peraturan perundang-undangan.</p>Arwansa ArwansaNovalina SerdiatiDwi Sulistiawati
##submission.copyrightStatement##
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2024-03-312024-03-31121698010.22487/ms26866579.2024.v12.i1.pp69-80